Menurut warna pigmennya ganggang dibagi menjadi ganggang hijau, ganggang coklat, dan alga merah. Saat ini kita akan membahas tentang ganggang coklat. Warna coklat pada ganggang coklat disebabkan karena adanya pigmen xantofis. Ganggang ini hidup di air dan tanah yang lembab atau basah di lngkungan agak dingin sampai sedang sehingga menyebabkan Thallus pada ganggang coklat merupakan yang terbesar diantara semua jenis ganggang. Sebagian besar Phaeophyceae merupakan unsur utama yang menyusun vegetasi alga di lautan Arktik dan Antartika, tetapi beberapa marga sepeti Dictyota, Sargassum, dan Turbinaria merupakan alga yang khas untuk lautan daerah tropis. Ciri-ciri lain dari ganggang ini adalah thallus yang multiseluler berbentuk filamen, lembaran atau menyerupai semak/pohon yang dapat mencapai beberapa puluh meter, terutama yang hidup di daerah beriklim dingin. Sel vegetatif mengandung kloroplas berbentuk bulat panjang, seperti pita, mengandung khlorofil a dan khlorofil c serta xantofil. Cadangan makanan berupa laminarin dan manitol. Dinding sel mengandung selulose dan asam alginat.

Berdasarkan tipe pergantian keturunan ganggang coklat dibagi menjadi 3, yaitu:

1. Isogeneratae

Isogeneratae yaitu golongan tumbuhan yang memiliki pergiliran keturuan isomorf. Sporofit dan gametofit mempunyai bentuk dan ukuran yang sama secara morfologi tetapi sitologinya berbeda.

Contoh: Ectocarpus

Ectocarpus http://kentsimmons.uwinnipeg.ca

Ectocarpus http://kentsimmons.uwinnipeg.ca

2. Heterogenerate

Heterogenerate yaitu golongan tumbuhan yang memiliki pergiliran keturunan yang heteromorf. Sporofit dan gametofitnya berbeda secara morfologi maupun sitologinya.

Contoh: Laminaria

3. Cyelosporae

Cyelosporae yaitu golongan tumbuhan yang tidak memiliki pergiliran keturunan.

Contoh: Fucus

Fucus http://www.theseashore.org.uk

Fucus http://www.theseashore.org.uk

Alga coklat (Phaeophyta) hanya mempunyai satu kelas saja yaitu kelas phaeophyceae. Thallus dari jenis golongan phaeophyceae bersel banyak (multiseluler), umumnya mikroskopik dan mempunyai bentuk tertentu. Sel mengandung promakropora yang berwarna coklat kekuning-kuningan karena adanya kandungan fukoxontin yang melimpah. Dinding sel sebagian besar tersusun oleh tiga macam polimer yaitu selulosa asam alginat, fukan dan fuoidin.

Perkembangbiakan ganggang coklat

Perkembangbiakan dilakukan secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan Aseksual dilakukan oleh zoospora atau aplanospora yang tidak berdinding. Zoospora mempunyai dua, buah flagella yang tidak sama panjang, terletak dibagian lateral. Spora dibentuk dalam sporangium yang uniseluler yang disebut sporangia unilokuler dan sporangia yang multiseluler yang disebut sporangium prulilekuler. Perkembanganbiakan seksual dilakukan secara isogamet, anisogamet.

Alat Gerak

Alat gerak pada Phacophyta berupa flagel yang terletak pada sel-sel perkembangbiakan dan letaknya lateral

Contoh Ganggang Coklat

1. Sargassum binderi (Sonder)

Spesifikasi : Batang gepeng (1,5 mm), halus licin, tinggi mencapai sekitar 60 cm, percabangan “alternate” teratur, oppsite (kiri-kanan). Cabang utama yang pendek (1-2 cm) diatas holdfast. Daun lonjong, pinggir bergerigi, panjang 5 cm, lebar 1 cm ujung runcing.

Sebaran : Tubuh pada substrat berbatu, umumnya di daerah terumbu karang yang terkena gerakan air relatif lebih kuat dan konstan.

Potensi : Belum banyak dimanfaatkan, kandungan kimia sama dengan jenis sargassum lainnya.

2. Sargassum Polycystum C.A Argadh

Spesifikasi : Ciri-ciri umum. Thallia silidris berduri-duri kecil merapat.  Holdfast berbentuk cakram kecil dan diatasnya terdapat perakaran/stolon yang rimbun berekspansi ke segala arah. Batang pendek dengan percabangan utama tumbuh rimbun.

Sebaran : Algae yang kosmopolitan di daerah tropis hingga subtropis. Bukan merupakan algae endemic perairan Indonesia tetapi banyak ditemukan di perairan nusantara terutama di Kalimatan.

Potensi : Bisa dimanfaatkan sebagai bahan esktraksi alginat. Manfaat lainnya belum diketahui. Tidak dibudidayakan.

3. Turbinaria Conoides (J. Argadh) Kuetzing

Nama Daerah : Rumput Coklat Corong

Spesifikasi : Batang silindris, tegak, kasar, terdapat bekas-bekas percabangan, Holdfast berupa cakram kecil dengan terdapat perakaran yang berkspansi radial. Percabangan berputar sekeliling batang utama. Daun merupakan kesatuan yang terdiri dari tangkai dan lembaran.

Sebaran : Umumnya terdapat di daerah rataan terumbu, menempel pada batu. Tersebar luas di perairan Indonesia.

Potensi : Algae ini mengandung alginat dan iodin. Potensi eksport ke Jepang.

Pemanfaatan Ganggang Coklat (Phaeophyta)

Adapun peranan ganggang coklat dalam kehidupan yaitu:

  • Ganggang coklat dapat dimanfaatkan dalam industri makanan
  • Phaeophyta sebagai sumber alginat banyak dimanfaatkan dalam dunia industri tekstil untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas bahan industri, kalsium alginat digunakan dalam pembuatan obat-obatan senyawa alginat juga banyak digunakan dalam produk susu dan makanan yang dibekukan untuk mencegah pembentukan kristal es. Dalam industri farmasi, alginat digunakan sebagai bahan pembuat biomaterial untuk teknik pengobatan.
  • Dapat digunakan sebagai pupuk organik karena mengandung bahan-bahan mineral seprti potasium dan hormon seperti auxin dan sylokinin yang berguna untuk meningkatkan daya tumbuh tanaman berbunga dan berbuah.
  • Macrocytis Pyrifers menghasilkan iodine (unsur yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit gondok).
  • Laminaria, Fucus, Ascophylum dapat menghasilkan asam alginat. Alginat biasanya digunakan sebagai pengental pada produk makanan (sirup, salad, keju, eskrim) serta pengentalan dalam industri (lem, tekstil, kertas, tablet antibiotik, pasta gigi) dan pengentalan produk kecantikan (lotion, krim wajah).
  • Macrocytis juga dibuat sebagai makanan suplemen untuk hewan ternak karena kaya komponen Na, P, N, Ca.

Sumber: zaifbio.wordpress.com, iqbalali.com