Dalam pertengahan tahun 1960, J. W. Cooley dan J. W. Tukey, berhasil merumuskan suatu teknik perhitungan Fourier Transform yang efisien. Teknik perhitungan ini dikenal dengan sebutan Fast Fourier Transform atau lebih populer dengan istilah FFT (Bendat dan Piersol, 1986). Fast Fourier transform (FFT) adalah suatu algoritma yang efisien untuk menghitung transformasi Fourier diskrit (DFT) dan inversenya.

Fast Fourier transform (FFT) menjadi penting untuk bermacam – macam aplikasi, dari pengolahan sinyal digital dan memecahkan persamaan diferensial parsial menjadi algoritma-algoritma untuk penggandaan bilangan integer dalam jumlah yang banyak. Dua kelas dasar dari algoritma FFT adalah decimation-in-time (DIT) dan decimation-in-frequency (DIF). Istilah fast  digunakan oleh karena formulasi FFT ini jauh lebih cepat dibandingkan dengan metoda perhitungan Fourier Transfrom sebelumnya. Teknik FFT memerlukan sekitar 10000 operasi matematik untuk data dengan 1000 observasi, yaitu 100 kali lebih cepat dibandingkan dengan teknik perhitungan sebelumnya. Dengan penemuan FFT ini dan perkembangan personal komputer, teknik FFT dalam analisa data menjadi populer, dan merupakan salah satu metoda baku dalam analisa data.

Satu bentuk transformasi yang umum digunakan untuk merubah sinyal dari domain waktu ke domain frekuensi adalah dengan transformasi Fourier:

fftPersamaan ini merupakan bentuk transformasi Fourier yang siap dikomputasi secara langsung dari bentuk sinyal x(t).

Sumber: Bendat, J.S and A.G. Piersol. 1986. Random Data, Analysis And measurement Procedures.  John Wiley & Sons, 566 pp.